4 Light go on again

Setelah Eunji sadar, Yoseob, Kikwang, Strider Yoon dan Pangeran Shin melanjutkan perjalanan mereka ke Revendell.

Selama berhari-hari dalam perjalanan itu, Yoseob, Kikwang dan Eunji tak henti-hentinya mengobrol sepanjang perjalanan.

Tiba-tiba, Pangeran Shin memberikan kode agar mereka berhenti.

“ Ada apa?” Tanya Eunji. Pangeran Shin memberikan isyarat dengan tangannya untuk diam. Yoseob memperhatikan sekelilingnya. Begitu pula dengan Kikwang.

Di tempat itu hanya dikelilingi oleh Pohon Pinus. Selain itu , tumpukan salju disegala penjuru. Tak ada yang aneh. Setidaknya begitulah yang dirasakan oleh Yoseob, Kikwang, dan Eunji.

Strider Yoon sepertinya menyadari sesuatu. Ia segera mengambil ancang-ancang untuk melindungi ketiganya.

“Yoseob, bagaimana tanganmu? Apakah baik-baik saja?” Tanya Kikwang.

Yoseob memeriksa telapak tangannya. “ Tidak ada yang aneh.” Jawabnya. Yoseob memperhatikan telapak tangan Kikwang.

“ Kenapa tidak ada?” Tanyanya setelah menyadari kalau di telapak Kikwang sudah tidak ada peta. “ Setelah menunjukkan tempatmu berada sewaktu kami mencarimu, peta itu menghilang.

Sepertinya peta itu hanya dapat digunakan sekali.” Jelas Kikwang. Eunji merasa ada yang tidak beres. “ Oppa, apa peta itu sudah tidak menyakitimu?” Tanyanya.

Yoseob mengangguk. “Terakhir kali terasa sakit saat kita berada di Borrow Wigt.” Jawabnya.

Eunji memikirkan sesuatu, “ aku menyadari kalau peta itu membantu kita untuk mengenali situasi yang mungkin berbahaya bagi kita.

Saat di Sungai Anduin, Bree, dan terakhir di Borrow wigt. Yoseob oppa akan merasa tangannya terbakar jika ada musuh yang akan menyerang kita.” Eunji menoleh pada Pangera Shin dan Strider Yoon.

“ Apa menurutmu ini ada hubungannya dengan mereka berdua?” Kikwang berbisik sambil menunjuk Strider Yoon dan Pangeran Shin yang masih siaga mengamati sekitar mereka.

“Entahlah, tapi sepertinya begitu.” Eunji berusaha menyimpulkan. Yoseob terlihat tidak mengerti. “Maksudmu, mereka menjadi penjaga kita?” Eunji mengangguk.

“Bisa dibilang begitu. Setidaknya kita sudah dapat mempercayai mereka sebagai orang yang dikirim Penyihir Jang untuk kita.” Celetuk Eunji.

“Hei, kalian bertiga! Berhentilah mengobrol dan cari tempat untuk bersembunyi.” Seru Strider Yoon.

“ Bukankah kalian akan melindungi kami?” Celetuk Yoseob. Mata Strider Yoon mendelik.

“ Kami melindungi cincin yang tergantung di lehermu. Apa kau lupa?” Tegas Strider Yoon.

“Tapi itu sama artinya dengan melindungi mereka, Strider Yoon.” Celetuk Pangeran Shin. Strider Yoon memutar bola matanya sebagai tanda ia mulai merasa kesal.

“ Sembunyi sekarang juga atau aku akan menyembunyikanmu dengan paksa.” Gertaknya menantang Yoseob.

“ Tidak mau!” tegas Yoseob.

Sebuah tembakan api meluncur dari sisi kanan Strider Yoon dan mendarat di dada Yoseob. Yoseob terpental sejauh dua meter dari tempatnya berdiri.

“ Oppa!” Teriak Eunji. Strider Yoon segera mencari tahu siapa penyerang Sang Keeper.

Ia menajamkan penglihatan dan pendengarannya. Begitu juga dengan Pangeran Shin.

“Sebelah sana!” Teriak Pangeran Shin. “ Sepertinya hanya satu orang.” Bisik Strider Yoon.

Pangeran Shin mengangguk. “ Hati-hati. Dia adalah seorang Borromir, penjaga menara Orthanc. Kalau tidak salah, dia adalah tangan kanan Saruhong.

Kekuatannya adalah tembakan api.” Pangeran Shin memperingatkan Strider Yoon. Strider Yoon mengangguk.

Pangeran Shin menemukan tempat persembunyian sang Borromir. Seraya memberi isyarat pada Strider Yoon untuk maju. Strider Yoon mengangguk.

Ia mengarahkan pedangnya kedepan dan berjalan mendekati tempat persembunyian sang Borromir. Di langkah ketiga, Pangeran Shin menyerang tempat itu. Sang Borromir akhirnya menampakkan wujudnya.

“ Sepertinya aku bertemu teman lama. Strider Yong, oh sekarang kau adalah seorang Borromir, sang penjaga menara Orthanc” Celetuk Strider Yoon tanpa menurunkan sikap siaganya. Sang Borromir tersenyum mengejek.

“ Tentu kau sangat senang, Strider Yoon.” Tukasnya. “ Kau mengenalnya?” Tanya Pangeran Shin pada Strider Yoon. “ Anggap saja begitu, meskipun aku tidak begitu menyukainya.” Kata Strider Yoon.

“ Oh, aku selalu menyukaimu, Strider Yoon.” Celetuk Yong. Bibir Strider Yoon membentuk senyuman mengejek.

“Tapi aku tidak menyukaimu, penjaga menara Orthanc. Because I am man.” Senyum di wajah Yong menghilang. Wajahnya berubah serius.

“ Aku tidak akan melukai siapa pun jika kalian menyerahkan hobit pendek itu padaku.” Gertak Yong. Pangeran Shin dan Strider Yoon mengubah posisi untuk melindungi Yoseob yang dijaga oleh Eunji dan Kikwang.

“ Tapi kau sudah melukai seseorang, kalau kau menyadarinya.” Kata Pangeran Shin.

“Oh, aku hanya memberikan sedikit kode karena kalian lamban menemukan tempat persembunyianku.” Elak Yong.

“Tutup mulutmu karena aku tidak akan membiarkanmu menyentuh hobit itu.” Ancam Strider Yoon, tepat saat ancamannya berakhir, Strider itu melemparkan serangan dengan pisau rahasia yang tersimpan di balik lengan bajunya.

Yong terkejut dan tidak sempat menghindar. Pisau itu mengenai dada kirinya. “ Shin!” Teriak Strider Yoon.

Pangeran Shin mengerti maksud Strider Yoon. Ia lantas bersiul. Seekor burung rajawali putih muncul entah dari mana.

Pangeran Shin meraih Yoseob dan teman-temannya serta menaikannya ke punggung sang Rajawali. Strider Yoon segera melompat meraih kaki sang Burung dan terbang bersamanya.

“Kalau kau punya binatang tunggangan seperti ini kenapa tidak menggunakannya dari awal?” Tanya Kikwang yang masih terpana dengan apa yang ia naiki. Pangeran Shin tersenyum.

“Sayangnya, Penyihir Jang hanya muncul sebagai tunggangan disaat-saat yang berbahaya.” Jawab Pangeran Shin.

“ Jadi, rajawali putih ini adalah Penyihir Jang?” Seru Eunji tidak percaya.

“Halo, Eunji. Manusia yang terjebak dalam dunia mid-earth. Oh, kau juga Kikwang, hobit tertampan abad ini? Dan satu lagi, Penjaga cincin Beauty yang sedang pingsan. Kuharap kau bertahan sampai kita berada di Revendell.” Sapa Sang Rajawali.

Kikwang dan Eunji saling berpandangan dan tertawa senang. “ Halo juga.”

Setelah terbang selama dua jam, akhirnya rombongan Yoseob tiba di Revendell. Pemandangan di Revendell sangat jauh berbeda dengan Shire.

Revendell terlihat seperti lukisan. Sungai mengalir indah dari sisi kanan Istana, dilengkapi dengan air mancur yang mengarah ke perkampungan di bawahnya. Taman yang penuh dengan bunga tersusun rapi bertingkat. Sekilas terlihat seperti taman gantung di di era Babylonia.

Putri Heo menyambut rombongan dan membuat Kikwang lebih terpana. “Eunji. Sepertinya dia lebih cantik darimu.” Goda Kikwang. Eunji memukul cemberut.

“Aku akan mengatakannya pada Yoseob Oppa.” Ancamnya. Kikwang segera diam. Dia tahu, Yoseob paling tidak senang kalau ada yang mengejek kecantikan adik angkatnya. Meskipun itu teman terbaiknya.

“ Oh ya. Bagaimana dengan si Yong tadi? Apakah ia tidak mengikuti kita?” Tanya Kikwang mengalihkan pembicaraan. Strider Yoon menjawab tanpa menoleh.

“Tidak akan. Pisauku sudah dilumuri dengan bisa ular yang mematikan. Untuk orang sekuat Yong, paling tidak ia akan pingsan dalam waktu yang lama.”

“Karena itu aku memerintahkan beberapa orang untuk membawanya kesini.” Celetuk Pangeran Shin. Strider Yoon terkejut.

“ Apa maksudmu?” Tanyanya. Pangeran Shin menoleh pada Putri Heo. Putri Heo mengangguk. “Strider Yoon. Sebelumnya Strider Yong adalah temanmu bukan?” Tanyanya.

“Dia bukan Strider lagi. Dia adalah pembantu Saruhong.” Strider Yoon mengoreksi Putri Heo. “Setelah disihir oleh Saruhong.” Tukas Panggeran Shin.

“ Jadi, selama ini Yong memusuhiku karena disihir oleh Saruhong?” Tanya Strider Yoon.

Putri Heo mengangguk. “Karena itu, orang suruhanku membawanya kesini sebelum Saruhong menemukannya dan menanamkan pembalasan dendam di jantungnya.”

“Oke, persiapan selesai! Pengawal, bawa Sang Keeper dan Strider Yong ke Pelataran Kembar.” Putri Heo memberikan perintah pada penjaga. Penjaga itu mengangguk dan segera berlalu.

Beberapa saat kemudian, Pelataran Kembar sudah penuh dengan kerumunan orang-orang yang akan menjadi saksi pencarian pemilik cincin Beauty.

“ Hei, aku bahkan tidak tahu kalau cincin ini sangat terkenal. Lihat! Banyak yang berkumpul untuk melihatnya.” Bisik Kikwang pada Eunji. Eunji mengangguk.

Yoseob terbaring diatas pelataran, diseberangnya terbaring pula Strider Yong. Penyihir Jang muncul dari balik tirai di belakang Putri Heo.

“ Hai, kaum Revendell. Seperti yang kalian dengar. Sang Keeper telah ditemukan dan ia berhasil membawa cincin Beauty ke Revendell. Cincin yang akan membawa kedamaian jika berada di tangan yang baik dan akan menjadi sumber kegelapan jika berada di tangan yang jahat. Selama ini, kita semua telah dihantui oleh Saruhong. Ia menyebabkan hidup kita semua berada di bawah rasa takut. Hari ini, dengan munculnya Sang Keeper, kita akan menemukan siapa pemilik cincin ini dan mengembalikannya. Hanya sang pemiliknya yang bisa mengubah cincin ini agar tidak menjadi sumber malapetaka bagi bangsa mid-earth.” Penyihir Jang berpidato dari atas altar.

Setelah ucapan Penyihir Jang selesai. Putri Heo meletakkan tangannya di kening Yoseob. Sebuah cahaya keperak-perakkan muncul diantaranya. Cincin Beauty yang tergantung di leher Yoseob melepaskan diri.

Cincin itu bergerak keatas seperti disihir. Ia bergerak berputar-putar menghisap aura jahat berwarna gelap di sekitarnya dan merubahnya menjadi warna keemas-emasan. Putri Heo mengalihkan tangannya ke telapak tangan Yoseob. Peta di dalamnya bergerak Gerakan peta itu memutar membentuk lingkaran seperti permen lollipop dan menghilang.

Cincin yang melayang tiba-tiba mendarat dan melekat di jari manis Yoseob. Perlahan mata Yoseob terbuka.

“Hwuaah!” Yoseob menguap sambil menggeliat melakukan peregangan seperti baru bangun dari tidur panjang. “ Oppa!” Seru Eunji senang. Ia berlari mendekati Yoseob. Begitu pula dengan Kikwang. “Kau tidak apa-apa?” Tanya Kikwang. “ Sepertinya begitu.” Jawab Yoseob.

Penyihir Jang dan Putri Heo tampak terkejut. Strider Yoon dan yang lainnya terlihat tidak mengerti apa yang telah terjadi. “ Apa maksud semua ini?” Tanya Pangeran Shin.

Penyihir Jang mendekati Yoseob. “Kau adalah pemilik cincin ini?” Tanyanya. Yang Yoseob memperhatikan jarinya. “ Sepertinya begitu.” Jawabnya dengan bingung.

“Sentuh Strider Yong.” Perintah Putri Heo. Yoseob mematuhinya. Ia menyentuh Strider Yong tepat diatas lukanya namun tidak terjadi apa-apa.

“ Dengarlah wahai penghuni mid-earth. Cincin Beauty telah menemukan kembali pemiliknya dan menjadi cincin kenangan. Ia tidak memiliki kekuatan apa-apa lagi untuk diperebutkan. Aku bisa melihat Saruhong telah kalah dan kehilangan kekuatannya. Kita terbebas dari ketakutan akan ancaman Saruhong.” Kata-kata Penyihir Jang disambut oleh hadirin dengan sorakan gembira.

“ Aku tidak mengira kalau kau adalah pemilik cincin itu, Yoseob!” Bisik Kikwang. Yoseob memperhatikan cincin di jarinya.

“ Aku sendiri juga tidak mengetahuinya.” Gumamnya.
Terima kasih telah memilihku dan memberikan kenangan perjalanan yang indah selama ini. Bisik Yoseob dalam hati.

Ia menoleh pada Eunji. “ Kita akan segera kembali ke Shire.” Bisiknya senang. Eunji juga mengangguk senang.

Strider mendekati Putri Heo dan berdehem. Putri Heo menoleh. “ Ya?” Tanyanya.

Strider Yoon menunjuk Yong yang masih terbaring. “ Bagaimana dengan sahabatku?” Tanyanya. Putri Heo tersenyum. “Dia akan bangun kalau sudah puas tidur.” Jawabnya.

Strider melongo. Pangeran Shin menepuk bahunya. “ Cincin itu telah menghapus sihir Saruhong dan menjadi cincin kenangan.” Celetuknya. “Lalu racunnya?” Tanya Strider Yong.

“ Yah, setidaknya dia akan kesakitan untuk waktu yang lama.” Ujar Pangeran Shin. Strider menatap sahabatnya.

“ Setidaknya itu sepadan dengan apa yang telah ia lakukan. Tidurlah sepuasmu sebelum kau bangun dan kesakitan.” Ejek Strider Yoon. Pangeran Shin tertawa mendengarnya.

The End

Advertisements

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s