Part 3 My Friend is still alive

Eunji menurunkan Yoseob dari gendongannya diatas sebuah batu.“ Oppa, kenapa kau berat sekali?” Keluhnya.

Yoseob diam saja. Matanya setengah terpejam. Eunji cemas melihatnya.

“ Oppa, apa tanganmu masih sangat sakit?” Tanya Eunji.

Yoseob menggeleng. “ Aku mengantuk.” Jawabnya.

Mata Eunji mendelik. “ Aku kira ada apa.”

Eunji mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat mereka. Karena malam, ia tidak bisa melihat dengan jelas. Hanya cahaya temaram dari rembulan yang sedikit membantunya melihat. Beberapa gundukan di sebelah kiri mereka, beberapa pancang yang dihubungkan dengan tali merah terbentang dari sisi kanan hingga sisi kiri. Kening Eunji berkerut.

“ Oppa, tempat ini aneh.” Bisik Eunji. Yoseob menyandarkan tubuhnya. “ Memang benar. Ini Borrow down.” Sahutnya. Eunji segera mendekat. “ Tempat apa itu? Apa sebaiknya kita segera menjauh dari tempat ini?”

Yoseob mengangkat kedua bahunya. “ Entahlah, peta ini hanya mengatakan nama tempat ini. Aku juga tidak tahu ini tempat apa. Eunji, apa kau punya makanan?” Tanya Yoseob sambil mengacak-acak rambutnya.

“ Oppa! Apa disaat seperti ini harus memikirkan makanan?” Sungut Eunji. Yoseob berusaha berdiri untuk membersihkan pakaiannya yang terkena debu selama dalam perjalanan. Eunji mengeluarkan perbekalan dari tasnya. Tiba-tiba ia teringat pada Kikwang.

“ Dia akan baik-baik saja. Percayalah padaku.” Celetuk Yoseob sambil meraih makanan dari tangan Eunji.

Eunji menatap penuh harap pada Yoseob. “ Dari mana oppa tahu? Apa peta itu memberitahukan sesuatu pada oppa?” Yoseob menggeleng.

“ Aku hanya tahu kalau kaum Smeagol itu sebenarnya baik dan sangat setia kawan. Kau ingat? Kikwang tanpa sengaja menyelamatkan Smeagol itu saat dikutuk menjadi ikan. Aku percaya kalau Smeagol itu akan merasa berhutang budi dan membantu Kikwang.” Jelas Yoseob.

Kening Eunji berkerut.“ Aku masih meragukannya.” Gumam gadis itu.

Seraya menyodorkan sepotong roti pada Yoseob. Yoseob menerimanya dan memandangnya sejenak. “ Seharusnya kita meninggalkan sepotong roti untuk Kikwang.” Celetuknya.

Eunji mencoba menemukan tempat yang nyaman untuk duduk. Ia menemukan sebuah gundukan tanah dan duduk diatasnya. “ Oppa, aku masih tidak mengerti. Kenapa telapak tangan Oppa bisa berubah menjadi panas.”

Yoseob mengunyah makanannya lalu memandangi telapak tangannya. “ Aku rasa ini berhubungan dengan aura jahat yang akan muncul.” Terka Yoseob.

“ Aura jahat? Maksud Oppa prajurit Rohirrim itu?” Tanya Eunji. Yoseob mengangguk. “ Tapi, aku masih tidak mengerti satu hal.” Gumam Yoseob. Eunji menoleh pada Yoseob.

“ Apa?” Tanyanya.

“ Kenapa makhluk mid-earth takut manusia? Ketika di sungai Anduin, Gollum terlihat takut padamu dan bahkan tidak bisa menggunakan kekuatannya saat kau menahannya. Dan lagi, saat di Bree, Para Prajurit Rohirrim tidak mendekati kita, mereka hanya menyerang kita dari jauh. Tapi setelah kita pergi, mereka mendekati Kikwang dan menangkapnya.” Yoseob mengungkapkan pikirannya.

Kening Eunji berkerut. “ Aku juga tidak mengerti.” Kata Eunji.

“ Itu karena manusia tidak memiliki perasaan yang peka. Mereka cenderung mengabaikan apa yang tidak terlihat sehingga seringkali melukai kaum lainnya.” Sebuah suara bernada berat dan berwibawa terdengar di balik pepohonan. Baik Eunji maupun Yoseob memasang sikap waspada.

“ Siapa kau?” Tanya Yoseob. Sesosok bayangan pria berbaju putih muncul di hadapan Yoseob dan Eunji.

“ Aku? Aku hanya seorang pangeran yang tersesat saat mencari tungganganku yang tiba-tiba menghilang. Hm, ada dua hobit disini. Atau lebih tepatnya satu hobit dan satu manusia. Tidak biasanya Hobit keluar dari desa penuh kedamaian, Shire.” Ujar Pria itu.

Eunji terpana melihat pria yang saat ini berdiri di depannya. Begitu juga dengan Yoseob. Jika Eunji terpana oleh ketampanan pria itu maka Yoseob terpana karena postur tubuhnya yang tinggi.

“Bisakah kau berikan lima sentimeter saja dari tinggimu untukku?” Tanyanya tanpa sadar.

“ Apakah kau pangeran dari bangsa elf-mirkwood?” Tanya Eunji. Yoseob menoleh pada gadis itu. “ Kau mengenalnya?” Tanyanya. “Aku pernah membaca legendanya di buku.” Eunji masih tidak melepaskan pandangannya dari sang pangeran.

Pangeran elf-mirkwood itu tersenyum puas. “ Legenda pangeran paling tampan sepanjang abad. Aku keturunan ke tujuh belas dari keluarga kerajaan elf-mirkwood. Perkenalkan, Pangeran Son Nam Shin. Panggil saja Pangeran Shin.” Pangeran Shin mengulurkan tangannya pada Eunji. Gadis itu masih terhipnotis.

Belum sempat Eunji membalas uluran tangan Pangeran Shin, Yoseob mendesah. “ Auw.” Seraya memegang pergelangan tangannya dan terdengar suara bergemuruh dari belakangnya. Yosoeb segera menoleh.

Tanah tempat mereka beristirahat beberapa detik yang lalu bergetar dan sesuatu muncul diatasnya. “ Oh, sepertinya kita tidak sengaja membangunkan kaum Borrow wigt.” Celetuk Pangeran Shin.

Eunji tidak mengerti. “ Apakah mereka baik?” Tanyanya. Pangeran Shin tersenyum. “ Jika kau memberikan jantungmu, maka ya mereka akan sangat baik.”

Yoseob segera meraih tas perbekalannya dan menyembunyikan tangannya di sela-sela rompi pakaiannya. “ Oppa!” Teriak Eunji saat melihat salah satu dari kawanan Borrow wigt mencoba menangkap Yoseob. Yoseob segera menghindar.

Tubuhnya tidak seimbang dan jatuh. Kalungnya terlepas. Ia segera memungut kalung berliontin cincin itu dan menyembunyikannya.
Pangeran Shin melihat itu dan terkejut. Seraya mendekati Yoseob.

“ Apakah kau Sang Keepr yang asli?” Tanyanya. Eunji menjadi waspada. Diraihnya tubuh Yang Yoseob dan menjauh dari Pangeran Shin. Yoseob kembali meringis kesakitan. “ Dibelakangmu!” Serunya.

Eunji langsung menoleh dan berlari menjauh dari Kawanan Borrow wigt. Eunji menggunakan tendangannya untuk memukul mundur satu Borrow wigt.

“ Aku adalah teman sang Keeper. Jadi lebih baik kau jujur!” Pangeran Shin berjalan kearah Yoseob. Yang Yoseob mendekap erat-erat cincinnya sambil menahan rasa sakit di telapak tangannya.

“ Jangan keras kepala. Kau akan mati jika tidak mengatakan yang sebenarnya padaku.” Bisik Pangeran Shin saat ia sudah di depan Yoseob.

Yoseob tidak berkata-kata. Keringat dingin memenuhi dahinya. Tubuhnya menjadi sangat dingin. Wajahnya pucat. Ada yang tidak beres dengan kesadarannya. “ Hei! Jangan tidur! Ini bukan saatnya untuk tidur. Aku akan mencarikan penginapan untukmu nanti. Sekarang jawab dulu pertanyaanku.” Ujar Pangeran Shin sambil terus melawan Borrow wigt yang mengelilingi mereka.

“ Oh, sial! Dia benar-benar tidur!” Pangeran Shin mengangkat tubuh Yoseob dan menaikkannya di bahunya. Eunji yang melihat itu berusaha menghentikan Pangeran Shin. “ Hei! Turunkan Yoseob Oppa!” Teriaknya sambil melancarkan serangan melawan Borrow wigt. Namun karena perhatiannya terpecah, Satu dari Borrow wigt berhasil menangkapnya dan terpental.

“ Huh, apa kalian tidak dengar? Aku adalah manusia!” Bentak Eunji. Disaat yang bersamaan, sebuah benda mengenai punggung Eunji. Gadis itu pingsan.

Yoseob terbangun dari pingsan dan memperhatikan sekelilingnya. Eunji tertidur di atas tumpukan jerami. “ Eunji!” Serunya sambil berhambur mendekati adik angkatnya. “ Dia hanya tertidur karena kelelahan. Yah, paling tidak setelah kubuat pingsan.” Jawab seorang pria yang berdiri di dekat jendela sambil memperhatikan ke luar.

“ Siapa kau? Dan dimana ini?” Tanya Yoseob setelah sadar bahwa ia tak sendiri di ruangan itu. Ada Pangeran Shin dan pria tak dikenal ini juga. “ Ini di gudang penduduk yang terlantar. Dan aku? Kau pasti bercanda kalau tidak mengenalku.” Jawab Pria itu.
Yoseob berusaha mengingat kalau-kalau ia mengenal pria itu. “Aku rasa aku tidak sedang bercanda.” Jawabnya polos. Pria itu mengeluarkan pedangnya.

Yoseob terkejut melihatnya. “Nah, sekarang kau tahu ‘kan?” Celetuknya. Yoseob memperhatikan pedang pria itu dan menggeleng.

“ Kaum hobit ternyata tidak hanya bertumbuh pendek tapi juga berotak pendek alias dangkal.” Keluh pria itu.

“ Aku tidak berotak dangkal. Julukanku Yang jenius. Apa kau tahu itu?” Sontak Yoseob. Pria itu menggeleng. “ Aku tidak tahu dan tidak mau tahu.” Tukasnya.

“ Sudah, sudah. Tidak ada gunanya kita berselisih hanya untuk masalah sepele. Yoseob, dia adalah seorang strider.” Pangeran Shin berusaha melerai. “ Strider? Apa itu?” Tanya Yoseob. Strider itu tersenyum mengejek. “ Strider artinya pengembara. Namanya Pengembara Yoon. Sama seperti aku, dia juga teman Penyihir Jang.” Jelas Pangeran Shin.

Yoseob masih tidak dapat mempercayai kedua orang itu. “ Apa kalian orang yang dikirim Penyihir Jang untuk membantuku?” Tanyanya.

“ Membantu atau tidaknya, kau bisa menanyakan itu pada temanmu yang baru datang.” Pangeran Shin menunjuk kearah pintu. Yoseob mengikuti arah telunjukknya.

“Kikwang!” Serunya pada pria yang saat ini berdiri di depan pintu, ditangannya menggenggam buah-buahan.

“Yoseob! Kau sudah sadar!” Kikwang tak kalah senangnya dengan Yoseob.

Kedua hobit itu lantas berpelukan. “ Apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa sampai kesini dan menemukanku?” Tanya Yoseob.

“ Strider Yoon yang membantuku saat aku dikejar Prajurit Rohirrim.” Jawab Kikwang.

Yoseob menarik lengan Yoseob dan mereka duduk di dilantai. “Ceritakan padaku.” Pintanya. Kikwang mengangguk dengan senang hati.
“ Setelah kalian berhasil kabur, Prajurit Rohirrim menangkap dan menyekapku di Isengard, markas mereka. Kau ingat Smeagol yang bernama Gollum? Dia merasa berhutang budi padaku karena aku telah menyelamatkannya dari kutukan Penyihir Jang. Meskipun dia yang memberitahu Prajurit Rohirrim untuk menangkapmu, dia tidak berharap kalau aku yang tertangkap. Gollum menuntunku ke jalan rahasia. Tapi kami ketahuan, Gollum tertangkap dan aku berusaha menemukan jalan keluar sendirian. Saat itulah Strider Yoon datang dan menolongku. Wah, kau harus melihat Strider Yoon membantai semua Prajurit Rohirrim. Sangat keren sekali. Lebih keren dari pemain bola yang sering kita lihat di TV.” Kikwang menuturkan ceritanya dengan menggebu-gebu.

Yoseob menoleh pada Strider Yoon. “Aku juga sangat menyukai bola.” Celetuk Strider Yoon. Yoseob tersenyum dan berhambur memeluk Strider Yoon.

“ Oh, apa ini!” Seru Strider Yoon terkejut. “Terima kasih sudah menyelamatkan temanku. Terima kasih, Strider Yoon!” Bisik Yoseob. Strider Yoon akhirnya membiarkan Yoseob memeluknya. “ Yah, sama-sama.”

To be continued

Advertisements

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s