2 Will U Allright?

Yang Yoseob menggantungkan kalung berliontin cincin Beauty di lehernya. Mereka sedang beristirahat di tepi sungai Anduin.

“ Oppa, benarkah kita harus ke sungai Anduin untuk ke Revendell? Seingatku, bukankah di Sungai ini Penyihir Jang dan Smeagol bertempur memperebutkan cincin itu?” Eunji berbisik pada Yang Yoseob sambil memperhatikan sekelilingnya.

Lee Kikwang mengangguk. “ Penyihir itu entah pergi kemana setelah memberi kita misi ini.”

“ Aku juga tidak tahu, tapi peta ini menyuruh kita kesini. Mungkin ada sesuatu yang harus kita lakukan atau kita cari dan hanya bisa dilakukan oleh kita.” Sahut Yoseob.

Kikwang melihat sesuatu yang tertimbun diantara bebatuan sungai. Cowok itu mendekatinya dan memperhatikan lebih teliti. Seekor ikan dengan bentuk yang aneh terjepit diantara bebatuan itu. Kikwang mencoba menyelamatkan ikan itu dengan menggeser bebatuan. Ikan aneh itu akhirnya terlepas dan tiba-tiba berubah wujud. Lee kikwang terkejut.

“ WAAA!!”

“ Ada apa?” Baik Yoseob maupun Eunji segera menoleh pada Kikwang. Di hadapan mereka kini berdiri satu makhluk yang lebih kecil dari kaum hobit. “ Siapa kau?” Tanya Kikwang memberanikan diri.

Makhluk itu mendelik, seraya menatap Kikwang, Yoseob dan Eunji secara bergantian. Ketika matanya menatap Eunji, kening makhluk itu berkerut menambah kerutan yang memang sudah ada.

“ Manusia! Ada manusia! Ada manusia di Mid-Earth.” Serunya berulang kali. Eunji langsung menarik lengan Yoseob dan Kikwang.

“ Ayo pergi dari sini!” Perintahnya. “ Kenapa?” Tanya Yoseob. “ Itu Smeagol. Kalau aku tidak salah menebak, dia pasti Smeagol yang bertempur dengan Penyihir Jang.” Jelas Eunji.

Sang Smeagol bernama Gollum itu membelalakkan matanya begitu mendengar nama Penyihir Jang. “ Penyihir busuk! Penyihir yang telah menjebak Gollum. Penyihir yang merebut benda milik Gollum. Penyihir itu pencuri!” Gumam Gollum berkali-kali seperti berbicara pada diri sendiri.

Eunji kembali menarik lengan Yoseob dan Kikwang. “ Cepat pergi!” Bisiknya. Gollum menghalangi trio itu. “ Tidak boleh! Hobit dan manusia. Tidak boleh! Mereka harus disingkirkan. Prajurit Rohirrim membenci manusia dan hobit. Tapi Bangsa Hobit telah menyelamatkan Gollum dari kutukan Penyihir jahat. Gollum harus berterima kasih.” Lagi-lagi Gollum berbicara seperti sedang berperang dengan pemikirannya sendiri.

“ Tidak! Ada manusia. Manusia itu perusak. Smeagol harus memberitahukannya pada Prajurit Rohirrim. Dengan begitu, Gollum akan dimaafkan karena gagal membawa cincin untuk Tuanku.” Smeagol itu kembali mengoceh. “ Maksudmu cincin ini?” Tanya Yoseob sambil mengeluarkan cincin yang menggantung di lehernya.

Eunji terkejut. “ Kenapa oppa perlihatkan!” Bentaknya.

“ Memangnya kenapa?” Tanya Yoseob dengan polos. Kikwang segera menyembunyikan kalung itu lagi di dalam baju kumal Yoseob. “ Ingat! Penyihir Jang bertempur dengan Smeagol ini karena cincin itu!”

“ CINCIN BEAUTY!! Cincin Tuanku yang berharga. Gollum diminta mencari cincin Tuanku yang berharga. Tapi Penyihir jahat mencurinya. Sekarang, hobit lemah dan bodoh memilikinya. Tidak Boleh!” Seru Gollum panik.

“ Apa?? Hobit lemah dan bodoh? Heh! Aku tidak mau tahu kau itu bangsa apa tapi perlu kau ketahui kalau aku adalah hobit terpintar abad ini!” Seru Yoseob dengan kesal. Kikwang dan Eunji menatapnya. “ Kata siapa?” celetuk keduanya. “ Paling tidak, itu menurutku.” Sahut Yoseob.

“ Hobit jelek dan pendek tidak boleh memiliki Cincin Beauty.” Bentak Gollum lagi. Eunji dan Kikwang saling berpandangan. Keduanya memahami sesuatu dan secepat kilat mendekat. Eunji menahan kedua tangan Gollum. Gollum berteriak-teriak.

“ Manusia jahat menyentuh Gollum! Tidak akan termaafkan. Ih, kotor! Gollum tidak bisa menghilang, manusia jahat! Manusia membuat Gollum tidak bisa menghilang!” Seru Gollum putus asa. Kikwang tidak mengacuhkan teriakan Gollum dan mengikatnya.

“Ih, kau lebih kotor! Sudah berapa hari kau tidak mandi dan mencuci bajumu? “ Ejek Kikwang. Gollum yang mendengar ejekan Kikwang terdiam. Tidak lama kemudian terdengar tangisan tersedu-sedu dari bibirnya.

“Hobit menghina Gollum. Gollum merasa terhina. Gollum tidak pernah mandi dan mencuci. Hobit itu bodoh dan tidak tahu itu. Gollum dihina oleh hobit bodoh dan pendek!” Gollum tetap mengoceh sambil terisak-isak.

“Mungkin Penyihir Jang menyuruh kita untuk membebaskan Smeagol ini dari kutukannya. Sudah, paling tidak kita telah mengembalikannya ke tubuh aslinya. Ayo pergi.” Kata Kikwang.

“ Hei, apa kau tidak tahu kalau aku termasuk dalam kelompok hobit dengan tinggi diatas rata-rata? Bulan lalu tinggiku bertambah 0.7 cm.” Kata Kikwang pada Gollum sebelum melangkah mendekati Yoseob. Eunji pun melepaskan kedua tangan Gollum yang sudah terikat. Tepat saat gadis itu melepaskan kedua tangannya, Sang Smeagol menghilang.

“ Kemana Smeagol gila itu?” Tanya Kikwang. Belum sempat Eunji menjawab, Yoseob berteriak. Telapak tangannya terasa sangat panas. “ Argh!!”

“Ada apa?” Tanya Kikwang cemas. Eunji segera meraih lengan Yoseob. “Oppa! Tangannya panas!” Seru Eunji. Mereka memperhatikan tangan Yoseob.

“ Petanya bergerak!” Seru Kikwang sama terkejutnya dengan Eunji. Yoseob terlihat sangat menderita. “ Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Kikwang.

Eunji segera memeriksa peta yang ada di tangan Kikwang. Tapi tak ada satu garis pun disana. “ Peta di tangan Kikwang oppa menghilang!” Katanya. Kening Kikwang berkerut.

“ Kita … harus … segera …. Pergi …. dari … sini!” Kata Yoseob terbata-bata.

Rombongan Yoseob tiba di pinggir sungai di belahan hutan lainnya. Tak ada seorang pun disana kecuali mereka. “ Petanya kembali muncul. Kita sampai di Bree.” Kata Kikwang setelah melihat peta yang ada di telapak tangannya.

Yoseob memeriksa telapaknya lagi. Seraya membenarkan dengan anggukan. “ Apa masih sakit?” Tanya Eunji. Yoseob mengangguk. Eunji menoleh pada Kikwang. “ Apa yang harus kita lakukan?” Tanyanya.

Teriakan Yoseob kembali mengejutkan keduanya. “ Oppa, kenapa?” Seru Eunji. Kikwang memegang tangan Yoseob. “ Argh!! Tangannya kembali membara!” Seru hobit berambut merah itu.

Yoseob merenggut lengan Eunji dengan tangan kanannya. Eunji mendekatkan tubuhnya pada Yoseob. “ Tempat ini juga tidak aman.” Bisik Yoseob sambil menahan sakit.

“ Memangnya kenapa?” Tanya Kikwang. Tepat setelah cowok itu bertanya, sebuah anak panah menghujam di sisi dada sebelah kiri. “ Oppa!!” Seru Eunji. Di seberang sungai, berjajar sekelompok pasukan berkuda. Gollum muncul di salah satu dahan pohon.

“ Hi hi hi, Prajurit Rohirrim telah datang. Gollum yang patuh dan taat pada Tuanku telah berhasil memanggil Prajurit Rohirrim. Hobit seharusnya tidak boleh keluar dari Desa Shire. Gollum tahu itu. Manusia juga tidak boleh masuk ke dunia Mid-Earth. Gollum yang pintar juga tahu itu.” Gollum lantas menghilang.

“ Yoseob! Eunji! Cepat pergi!” Seru Kikwang. Eunji ragu. Tepat saat itu, panah kedua melesat tepat di sisi kiri Eunji. Hampir saja mengenainya. “ Eunji! Segera bawa Yoseob pergi. Jika tidak, mereka akan menangkap kita semua dan Yoseob tidak bisa melaksanakan tugasnya!” Perintah Kikwang sambil menahan rasa sakit di dadanya.

“ Tapi Oppa …”

“ Cepat!” Teriak Kikwang. Beberapa anak panah mulai menghujani mereka. Eunji dengan ragu-ragu akhirnya menarik tubuh Yoseob yang masih kesakitan karena aura panas di telapak tangannya.

Gadis itu meletakkan tubuh mungil Yoseob di punggungnya dan menggendongnya. Eunji segera membawa Yoseob pergi dari tempat itu dan meninggalkan Kikwang.

Oppa, kau harus tetap bertahan. Aku pasti akan kembali setelah menyelamatkan Yoseob Oppa. Kikwang pasrah saat pasukan Rohirrim menangkapnya. Dengan pandangan yang penuh harap seraya menatap Yoseob dan Eunji yang berusaha melarikan diri. Tetaplah hidup teman terbaikku.

Dengan begitu, kau bisa kembali untuk menyelamatkanku. Jika tidak …. Ah, pokoknya kau harus tetap hidup. Aku akan membelikanmu peralatan tinju jika kau berhasil dan menyelamatkanku.

to be continued

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s