1 Prolog

Prolog

Sebagian besar manusia bumi tidak menyadari pengunjung yang tidak sah ini. Ini adalah satelit Black Knight, sebuah objek misterius yang mengorbit bumi, dan mungkin berasal dari alien. Cerita lain mengatakan bahwa Black Knight telah ada disana selama 13.000 tahun. Legenda satelit Black Knight dimulai dengan Nicola Tesla.

Tahun 1899
Nicola Tesla menerima sinyal yang kemudian ia percaya sinyal itu berasal dari ruang angkasa, dan mengatakannya secara terbuka di sebuah konferensi pers.

Tahun 1920
Operator-operator radio amatir HAM juga mampu menerima sinyal yang sama.

Tahun 1952

Serangkaian pesawat yang diduga mirip UFO melayang di langit Washington, pemerintah Amerika membantahnya meski ada ribuan saksi mata yang mengaku melihat.

Tahun 1961
Pasangan suami-istri Barney Hill dan Betty, asal Amerika Serikat mengaku untuk pertama kalinya diculik oleh makhluk dari benda asing melayang (UFO) di sebuah dusun di Negara Bagian New Hampshire. Pasangan ini dibawa ke konstilasi bintang Zeta Reticuli. Peristiwa ini masuk dalam Proyek Buku Biru.

Tahun 1969
Kasus kecelakaan UFO terkenal di Rusia pada tahun 1969 di kawasan Sverdlovsk, Rusia. Dari rekaman video dan foto yang tersebar diam-diam, tampak UFO itu jatuh dan menabrak pepohonan sehingga menjadi sebuah pembelajaran penting bagi ilmuwan Rusia.

Tahun 2012
Sebuah piring terbang terekam dalam kamera seorang penumpang pesawat di Seoul, Korea Selatan.

Suasana di jalanan Kota Seoul seperti biasanya tampak ramai oleh kendaraan dan pejalan kaki. Langit sore pun tampak cerah, layaknya langit sore di musim panas. Suasana yang seperti biasa juga terjadi di Gyeongju. Tak banyak yang berbeda hari ini. Pepohonan di tepi jalan berayun-ayun indah oleh angin sore musim panas, muda mudi, tua muda, maupun anak kecil disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Muda-mudi bercanda riang di toko buku tepi jalan, kafe, dan tempat kongkow anak muda lainnya. Sementara, anak-anak merengek meminta dibelikan mainan baru, es krim, atau sekedar jajanan jalanan. Suasana tak berubah sampai seorang anak perempuan yang sangat manis, mengenakan rok mini berwarna merah, berkaos Winnie the pooh, berdiri disamping ibunya yang sedang mengunci kedai, menunjukkan telunjuknya kearah langit. Ibu anak itu mengikuti arah langit. Mata ibu itu terbelalak terkejut. Mulutnya menganga. “ Apa itu?” Seru sang Ibu dengan suara tercekat di tenggorokan.
Reaksi warga lainnya tak jauh berbeda dengan reaksi si ibu ketika mereka mulai menyadari ada sesuatu yang langka, aneh, dan menakjubkan di atas sana. Wajah penuh rasa terkejut sekaligus terpukau.
Sebuah pesawat dengan bentuk tak seperti lazimnya pesawat, melayang di atas mereka. Hampir tak ada suara dan bergerak sangat tenang. Perlahan, lampu-lampunya menyala, awan-awan mulai menutupi langit sore. Warga Gyeongju, kota kecil yang disebut sebagai Museum Tanpa Dinding itu terpaku dan terperangah dengan penglihatan mereka. Tak ada yang bergerak, hampir sebagian besar menahan nafas. Tiba-tiba, melalui salah satu jendela atau mungkin badan pesawat yang lainnya, keluar semacam aliran listrik dan menyambar salah tiang listrik. Orang-orang mulai berteriak dan panik saat tiang listrik itu ambruk menimpa toko elektronik yang berada tak jauh darinya.
Pesawat yang berbentuk mirip dengan piring yang saling mengatup dengan kerucut di ujung tengah atas dan ujung tengah bawah itu lantas segera berlalu. Tidak seperti pada saat ia datang, pesawat itu tampak terburu-buru saat pergi sehingga menyebabkan desiran angin yang cukup kuat untuk mencabut pepohonan dari tanah. Piring terbang itu melesat ke Selatan, menjauh dari keramaian dan berakhir di tengah-tengah hutan di Pegunungan Dongdae.

Hewan berlarian menjauh dari piring terbang. Hingga suasana diam, tak ada pergerakan apa pun dari piring terbang, hewan-hewan yang tadinya panik kembali terdiam. Turut menanti peristiwa apa yang akan mengancam mereka. Tiba-tiba salah satu pintu terbuka. Cahaya menyilaukan tampak dari dalam ruangannya. Segerombolan makhluk yang mirip manusia, turun dan berjalan mengelilingi kendaraan yang membawa mereka.
Makhluk-makhluk aneh atau yang sering disebut Alien itu ternyata tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan selama ini. Kecil, kerdil, kepala besar, berwajah jelek dan berwarna biru keabu-abuan. Makhluk ini memiliki tinggi rata-rata layaknya manusia. Meskipun beberapa diantaranya ada pula yang bertubuh kecil. Wajah mereka tertutup jubah, namun dari punggung tangannya terlihat bahwa mereka memiliki kulit putih, seputih susu.
Mereka saling berbicara satu sama lain, lebih mirip seperti orang menggerutu. Bahkan jika di dengarkan dengan seksama lagi hampir tidak bisa dibedakan dengan suara desingan peluru yang ditembakkan melalui pistol kedap suara. Berdesis layaknya suara ular. Gerakannya pun seperti gerakan tokoh animasi 3D yang diberi efek slow motion.
Salah seorang dari mereka mengangkat tangan kirinya. Suasana hening. Si makhluk yang sepertinya merupakan pimpinan kelompok kecil itu memberikan semacam perintah. Tak lama kemudian, kelompok kecil itu menyebar. Mereka mencari sesuatu. Para binatang segera menyingkir. Seolah-olah raja hutan sedang lewat. Diantara para binatang yang menyingkir itu, terdapat sepasang bola mata jernih yang mengisyaratkan ketakutan dan kecemasan. Ia tertutup semak-semak belukar. Tubuhnya menggigil ditambah dengan beberapa luka di tubuhnya. Nafas orang itu tertahan saat salah seorang dari makhluk itu berhenti dalam jarak 20 meter darinya. Hidung makhluk itu turun naik seperti layaknya mengendus sesuatu yang tidak biasa. Kepalanya yang tertutupi jubah menoleh. Kini, lurus menatap tempat persembunyian orang itu. Wajah orang itu semakin pucat pasi, tak ada aliran darah di wajahnya. Ia mematung.
Tepat saat makhluk berjubah itu berjalan mendekati tempat persembunyian si manusia, salah satu dari kawanan muncul menghalangginya dengan mengatakan bahwa ia sudah menemukan apa yang mereka cari. Kedua makhluk itu lantas berjalan kembali ke tempat pesawat mereka terparkir. Satu per satu anggota dari kelompok kecil tadi kembali ke pesawat. Tak lama kemudian, pintu menutup. Dari jendela-jendela kecilnya, terlihat lampu-lampu yang indah. Dengan perlahan, pesawat itu mengawang. Saat tepat berada di ketinggian yang setara dengan puncak pohon tertinggi di hutan ini, pesawat itupun segera meluncur.
Beberapa detik setelah meluncur, terlihat beberapa helikopter mengikutinya dan menembakinya. Pesawat itu berputar-putar. Putarannya menghasilkan beberapa tembakan cahaya yang menyilaukan. Akibatnya, beberapa tembakan dari pesawat tempur melesat karena tidak bisa melihat dengan jelas. Jumlah helikopter semakin bertambah. Lawan tidak seimbang. Piring terbang mengeluarkan sesuatu dari bagian bawah pesawatnya, berbentuk seperti kapsul. Kapsul itu mengeluarkan garis-garis cahaya yang lebih terang seperti sinar laser. Sebuah tembakan dari salah satu pesawat tempur berhasil mengenai tubuh kapsul. Saat pesawat kapsul tertembak dan jatuh ke hutan, saat itulah piring terbang melesat ke angkasa.

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s