[INTERVIEW] 140211 BEAST’s Lee Kikwang interviews in “There’ll Be No Spotlight If You Stop Now”

Q1: I know you have been a trainee for a long time. What were you thinking during that time?

429840_373479656091737_1197969646_n

Kikwang : I thought to myself this was the time I’ve been waiting for, the time when I could realize one of my dreams, which was to stand on the stage. Whenever I wanted to give up, I always remembered my mother and I could say that it was because of her I continued to hold on.

Q1: kamu sudah lama mengikuti training, apa yg kamu pikirkan selama waktu itu?

Kikwang : aku berfikir tentang diriku yang dimasa itu yg menunggu, itu adalah saat dimana aku bisa merealisasikan mimpiku, yaitu berdiri diatas panggung. kapanpun aku ingin menyerah, aku selalu ingat ibuku, dan aku akan berkata karena beliaulah akhirnya aku bisa tetap bertahan untuk mimpiku.

Q2 : Apa mimpimu ketika masih kecil?

Kikwang : Aku punya banyak mimpi dulu, aku sangat respek pada Rain, tapi mimpiku dulu bukanlah menjadi seorang penyanyi. suatu hari, aku melihat audisi JYP. aku terpengaruh dan dari situ aku menjadi seseorang yg ingin selalu menjaga mimpiku. aku rasa aku sangat beruntung.

Q6: apa yg kamu pikirkan ttg debut solo?

kikwang: gagal, kalah, aku bisa katakan bahwa aku tidak puas dg pengalaman panggungku. menurutku, tidak mudah untuk sukses di industri musik korea. lebih jauh lagi, panggung masih merupakan pengalaman berharga bagiku.

Q7: Park jin young sangat tertarik padamu, tapi knp direktur hong seung seong tertarik untuk menarikmu juga? apakah karna kamu bekerja keras?

kikwang : aku tidak pernah berfikir bahwa aku spesial, sampai sekarang aku sadar bahwa aku masih memiliki banyak kekurangan. tapi ketika aku berlatih, aku dipanggung, atau diamnapun aku berada, aku selalu mengotrol pikiranku. aku selalu mengatakan bahwa aku bisa melakukannya. ingat bahwa aku bisa menjadi yang terbaik, jadi aku meningkatkan rasa percaya diri lebih lagi dengan begitu aku bis amelakukan lebih baik lagi dalam performanceku. aku bis amelihat kepercayaandiriku, apa itu hanya alibi? aku masih lemah dalam banyak hal, itulah kenapa aku berlatih dengan gila. mereka selalu menyuruhku untuk berhenti berlatih.

Advertisements

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s